[Review] Coastal Scents GO Palette : Beijing

Image

 Here I am, back with eye shadow palette review again! 😀

I always wanted to own Coastal Scents palette, ’cause I’ve read everywhere that Coastal Scents always get very good review. But I think having 88 eye shadow palette is too much for personal use, and remind useless until it reached the expiry date, yet the packaging is too bulky and not travel friendly. This is why I always avoid buying big eye shadow palette. Then I found this palette which is very compact, lightweight, and travel friendly. If you’re travel a lot, I recommend you to have this palette, ’cause the palm-size packaging will go with any purse size, even the small one. 🙂

Image

 I find it interesting about these eye shadow series, Coastal Scents have brilliant idea about inventing 12 colors eye shadow palette, and each palette has its own theme and named by cities around the world, there are: Cairo, Beijing, London, Paris, Moscow, Sidney, and Nuuk. Every colors combination on each palette represents the dominant colors that describes the name of the city. From all of those palette, I have chosen Coastal Scents GO Palette : Beijing, I was in 2 option between Cairo or Beijing, but then I go for Beijing ’cause I have already too much neutral color palette (like in Cairo), and I love the color combination of this palette that have dominant rosy-pink and mauve shade, but still wearable for daily make-up. Somehow it reminds me about some shades on the new Naked 3. I choose Beijing ’cause I also read some review before, and said this palette has the best pigmentation among all the GO Palette series.

This palette came with “traveler” theme packaging, there are maps in the front side (different maps each palette), and compass in the back of the card box. The GO Palette lettering also interesting cause there’s a globe on it. This palette also came with lightweight black plastic , and huge mirror, but too bad no eye shadow applicator. It would be perfect if this palette also has applicator on it.

Image

The texture of all these 12 eye shadows are creamy, pigmented, and I can swatch them easily. Even though some colors contain micro glitter, I don’t find any problem with flakey or powdery texture. All these color also showed up very well on my medium-dark Asian skin. Too bad I can’t find any matte eye shadow here, all are satin finish, shimmer, and contain micro glitter. If you’re a big fan of matte eye shadow, then this palette is definitely not for you. 😀 But I think it’s not a major problem since this palette has some deep shades that  very pigmented and effective to define the crease, outter V, or use as liner along your lower lash line.

Image

Pros: compact size & lightweight, travel friendly, came with big mirror, great pigmentation.

Cons: came with no applicator, no matte color.

Have you tried any Coastal Scents GO Palette, Ladies? Which one is your favorite? 😉

Advertisements

Tips Traveling ke Negara 4 Musim – Autumn/Winter

Packing. Hal paling penting yang harus dilakukan sebelum kita traveling adalah? Packing. Ada orang yang punya kebiasaan nyicil packing sejak jauh-jauh hari, ada juga orang yang (saking seringnya traveling dan udah jago, biasanya) suka packing dadakan beberapa jam sebelum berangkat. Apapun kebiasaan packing Anda, tentunya bisa berabe kalau sampai ada barang yang tertinggal. Apalagi kalau perginya ke luar negeri dan barang yang ketinggalan tersebut penting dan susah dicari di sana, atau harganya lebih mahal. Sayang banget kan, kalau budget untuk jalan-jalan termakan buat beli-beli barang yang ketinggalan. Biasanya untuk menghindari barang-barang yang tertinggal, banyak orang yang kalau packing udah kayak mau pindahan rumah. Semua-semua dibawa, akhirnya bagasi overload, dan keluar duit lagi buat bayar.

Nah, gimana cara menyiasati packing yang efisien? Kalau perginya jauh ke luar benua gimana? Apalagi kita cewe, barang bawaannya nggak bisa sedikit dong. Kali ini saya mau share siasatnya agar bagasi kita tetap aman tanpa overload sejak pulang-pergi. FYI, jatah bagasi per orang biasanya antara 20-25 kg, beda-beda tergantung maskapai penerbangannya. Selama ini tiap saya pergi ke Eropa, berat koper berangkat selalu berkisar antara 15-16 kg, pulangnya paling poll sekitar 18 kg. Untuk tips yang mau saya share kali ini kebetulan adalah tips untuk traveling pada saat autumn/winter ke negara 4 musim. Check this out! 🙂

1. Basic autumn/winter outfit yang wajib di bawa:

tips-traveling-eropa-01

Coat/Trench coat: Pilih yang bahan yang cukup tebal, dari wool/leather/faux leather. Pilih 1 size lebih besar, karena kalau dingin biasa suka dobel-dobel pakai bajunya

Shawl/Scarf: Ini penting banget buat hangatin leher kita.

Boots: Pilih FLAT boots. Seriously. Karena untuk vacation, nantinya kita akan banyak jalan kaki. Silakan aja sih kalau mau pakai boots yang ber-heels/wedges. Tapi kalo nanti pegel atau lecet terus kenyamanan traveling jadi terganggu, nggak tanggung yah. Lagian nggak bisa nyeker juga, kan dingin. :p Disarankan pilih boots yang bahan leather/faux leather, biar kalau kena hujan aman. Boleh sih pakai bahan suede semacam UGG boots (saya juga suka pakai ini, cewe-cewe di Ceko & Belanda banyak yang pakai ini sehari-hari), karena lebih hangat. Asal kalau basah/kena air harus buru-buru dikeringin ya, pakai hair dryer bisa kok. 🙂 Oh iya, pastikan sole boots kamu terbuat dari lapisan karet non-slip yang bagus. Saya pernah punya pengalaman pakai boots murmer (150 ribuan) buatan lokal, terus pas kebetulan ketemu salju, duh slippery banget rasanya. Bukan under-estimate ke semua local product ya, cuma harus hati-hati pilih sepatu aja IMHO. Boots bisa juga disiasati beli di tempat tujuan (asal sempat & ada waktu luang untuk belanja), sepatu model-model serupa UGG bisa dibeli dengan harga sekitar € 4-8. (Saya pernah beli yang lagi sale, € 2.5 atau 35 ribuan saja :D)

Earmuff: Sekalipun musim gugur, kadang udara dinginnya kebangetan, sampai bikin telinga jadi sakit dan kaku. Untuk itu earmuff diperlukan agar telinga kita tetap hangat.

Gloves: Pilih bahan knit atau kalau mau nggak cepat kotor pakai bahan leather/faux leather.

DOs: Bawa baju secukupnya, hitung betul-betul berapa banyak kesempatan kita buat ganti baju.

DON’Ts: Untuk cuaca yang dingin hindari jeans, karena jeans menyerap kelembaban dan bakal bikin kaki kita tambah dingin. Kalau mau pakai jeans, bisa didobelin legging atau long john.

Selanjutnya, pada saat kita sudah sampai tujuan, dan siap jalan-jalan serta menjelajah. Ada barang-barang yang WAJIB pake BANGET harus kita bawa kemana-mana.

2. Barang-barang yang wajib ada di tas kita sewaktu jalan-jalan:

tips-traveling-eropa-02

Water tumbler/botol minum: Ini kalo kata pak ustadz hukumnya “fardhu’ ain”. Kenapa? Air minum di luar negeri mehong cyiiin! Alias mahal, bahkan harga beer kaleng lebih murah daripada air mineral botol. Parahnya lagi, biasanya air mineral di luar negeri ada soda-nya, atau kalau nggak, ya ada aroma bunga yang aneh-aneh gitu. Mirip air dari dukun deh rasanya hahaha. Mending isi botol kamu pakai tap water/air kran (air kran biasanya sangat bersih dan bisa langsung diminum). Bawa jalan-jalan. Kalau habis? tinggal cari kran terdekat, terus refill deh! 😉

Personal medicine/obat-obatan pribadi: Sebelum melakukan perjalanan jauh, nggak ada salahnya check-up ke dokter. Obat-obatan pribadi ini wajib banget dibawa apalagi buat yang punya penyakit khusus atau kambuhan asthma/maag/alergi tertentu. Buat yang nggak punya penyakit khusus, bawa obat-obatan yang basic, seperti obat flu, obat pusing/pereda nyeri, obat anti mabuk, obat batuk, dan anti biotik. Yang Indonesia banget nih, bawa sirup anti masuk angin, atau minyak kayu putih/aroma theraphy.

Tissue/wet wipes: Jangan mentang-mentang ke luar negeri, negara maju, terus kita berpikir bahwa semua toilet/WC umum di sana bersih ya. Sama sekali enggak. Di luar negeri banyak juga toilet/WC umum kotor yang bau pesing. Selain itu, paper towel di luar negeri nggak sebagus yang dipakai di Indonesia lho. Mereka paper towel-nya terbuat dari kertas daur ulang warna abu-abu dan kasar banget, and all dry toilet. Nggak ada shower. Buat orang Indonesia yang sebagian besar masih terbiasa bersih-bersih dengan cara basah/pakai air, disarankan bawa tissue/wet wipes sendiri setelah memakai toilet/WC umum. 🙂

Mouth mask/masker mulut: Ini penting kalau misalnya tiba-tiba di sana kita tidak bisa langsung beradaptasi dengan iklim setempat, biasanya kita akan terserang flu ringan dadakan. Ini penting banget dipakai supaya kita nggak menulari tetangga kiri-kanan. Selain itu masker mulut ini bisa menjaga agar daerah di seputaran mulut/hidung kita tetap hangat. Kadang kalau nggak tahan dingin ada yang suka mimisan (saya contohnya, haha) so, better safe than sorry. 🙂

Camera: Jangan sampai nyesel kehilangan moment penting pada saat jalan-jalan karena kamera tertinggal di hotel. Pastikan baterai juga terisi penuh. Cek juga setiap saat, terutama saat melalui daerah yang penuh turis, karena dipastikan di sana penuh copet juga. Waspadalah, waspadalah!

Sunnies/kacamata: Untuk menghalau sinar matahari dan bikin kita *ehem* makin keren pastinya.

Passport/ID: Ini jangan sampai ketinggalan, karena jika kita nanti ada urusan penting, tanpa ini kita tidak akan dilayani. Dijaga juga jangan sampai hilang, kalau hilang di luar negeri, ngurusnya lebih ribet lagi nanti.

Gadget: Jangan lupa update selalu ke socmed tentang perjalananmu, share lokasi wisata yang keren, makanan yang enak dll. Make sure your cell phone/tablet fully charged!

Money/uang: Terutama siapkan uang kecil, jangan bawa uang banyak-banyak. Perhitungkan berapa kira-kira pengeluaran dalam satu perjalanan. Uang yang belum terpakai sebaiknya ditinggal di hotel saja, beberapa hotel biasanya dilengkapi dengan brankas kecil, uang/barang berharga lainnya bisa disimpan di sini. ini menolong kita buat nggak boros lho. Atau lebih baik bawa kartu kredit. Kenapa banyak orang Asia yang sering kecopetan di luar negeri? Karena kebiasaan orang Asia suka bawa duit banyak, while orang bule lebih suka bawa kartu kredit.

Make up: Bawa make up yang penting-penting aja, seperti lip balm, bedak, parfum dan sisir. Bawa yang TRAVEL SIZE, biar nggak makan tempat di tas.

DOs: Untuk tas, sebaiknya pilih tas selempang dengan ukuran sedang (kurang lebih seukuran postman bag cukup untuk semua barang-barang di atas). Pakai tas selempang kamu sebelum memakai coat, jadi posisi tas ada di dalam, dan pastikan posisi tas selalu berada di depan kamu. Hindari mengeluarkan gadgets di tempat yang terlalu crowded. Kalau mau update hasil bebancian kamera di sosmed, tunggu sampai kita ada di tempat yang cukup aman. Beware of pickpockets! 😀

DON’Ts: Membawa tas terlalu kecil dan lebih dari  satu, ribet dan nggak efisien.  Usahakan selalu cek currency atau living cost di negara tujuan. Cari tahu beberapa harga barang yang penting, seperti tiket transportasi umum, makanan dll. Jangan membawa uang berlebihan atau memakai barang/perhiasan yang berlebihan/mencolok. Nggak di Indonesia, nggak di luar negeri, di mana-mana. Hal ini selalu mengundang kejahatan.

3. Selanjutnya…ini dia, barang-barang lenongan kita sebagai cewe yang sekiranya wajib di bawa pas bepergian ke negara 4 musim. Sekali lagi, pastikan semua barang-barang di bawah ini adalah yang TRAVEL SIZE. 🙂

tips-traveling-eropa-03

Brush set: Bawa yang isinya 5-7 pcs saja, dan size-nya kecil. Keep everything in TRAVEL SIZE! 😀

Face moisturizer: Bawa face moisturizer yang kadar moisturizer-nya sesuai dengan kebutuhan jenis kulit kamu. Negara 4 musim biasanya kondisi udaranya kering pada saat autum/winter. Untuk kulit kombinasi/berminyak seperti saya sih nggak gitu ada masalah. Malah minyak produksi minyak di wajah berkurang, pori-pori mengecil dan kulit jadi lembab dan normal, nggak ada skin break out sama sekali. Horeee! Tapi tetep perlu pakai moisturizer sih. Dan buat yang punya kulit kering, biasanya abis ngeluyur seharian aja rasanya muka berasajadi kaku, terus besoknya mengelupas, makanya face moisturizer diperlukan banget. 🙂

Body butter/lotion: Fungsinya sama dengan face moisturizer, mencegah kekeringan di kulit tubuh.

Lip balm: Fungsinya masih sama, mencegah kekeringan yang menyebabkan bibir pecah-pecah. Dengan menggunakan lip balm setiap hari, bibir kamu akan selalu lembab. 🙂

Make-up palette: Bawa palette kecil dengan warna-warna “aman” aja, kecuali kalau di sana mau ada photoshoot, atau acara resmi yang mengharuskan dandan heboh. Kalau bisa bawa all-in-one palette. Eyeshadow, blusher, powder jadi satu. 🙂

Hair styling tools: Jika kamu berencana menginap di budget hostel, biasanya mereka nggak menyediakan hair dryer, jadi perlu bawa yang TRAVEL SIZE. Bawa catokan rambut bila perlu. Ada baiknya cari tahu dulu bentuk colokan listrik di negara tujuan seperti apa.

Bobby pins & hair bands: Senjata pamungkas di kala bad hair day, atau untuk menyelamatkan hair-do yang mendadak berantakan saat menghadiri acara penting.

DOs: Pastikan semua peralatan lenongan alias make-up dalam TRAVEL SIZE!

DON’Ts: Jangan bawa peralatan make-up berlebihan, selain makan tempat, peralatan make-up rawan sekali rusak (pecah, atau leleh). Kalau terpaksa harus bawa, taruh di kabin. Sayang kan kalau sudah beli palette mahal-mahal malah pecah/ancur berantakan cuma karena kurang wise packing saat traveling. 😉

Sekian dulu traveling tips kali ini. Sampai jumpa di tips-tips lainnya. Happy packing & traveling, jangan lupa oleh-oleh yaa…Bye! 😀 *lambai-lambai sapu tangan*

Yang Wajib di Belanda: Foto Pakai Baju Tradisional Belanda | Nggak sempet ke Volendam? Ini solusinya!

dutch-clogs

Yayy! Kesampaian juga akhirnya pake kelompen tradisional Belanda. ternyata enteng banget dipakainya…tapi tetep gak bakal beli, minjem-foto-cukup. Pelit dot com. (Karena sebenernya terlanjur beli boots beberapa hari sebelumnya, jadi beli sepatu stop dulu!)

Dan juga ceritanya hari ini Halloween dan sadly, my last day in Holland. So, Saya hari ini harus memaksimalkan yang namanya exploring Amsterdam, and since I’m maps-illiterate, I asked someone to accompany me exploring Amsterdam. Please welcome, Nindy!

Tujuan pertama hari ini adalah kawasaan Dam Straat, yaitu Madame Tussaud museum, tapi berhubung antrean masuknya udah kayak kerumunan nontonin orang lagi digebukin, saya mengurungkan niat. Jadilah langsung menuju ke plan B, yaitu foto pakai baju tradisional Belanda. Sebenernya ada serombongan teman yang pergi ke Volendam cuma buat foto, tapi buat saya sih efisiensi waktu aja, cari yang deket dan ada diskonnya. Kebetulan hostel tempat kami menginap menyediakan kartu diskon untuk berfoto di tempat ini. Studio fotonya kecil, tersembunyi di balik kerumunan orang-orang yang lagi antre untuk masuk ke Madame Tussaud. Saya dan Nindy melipir-melipir layaknya orang cari alamat…antara ‘ngeuh’ dan nggak ini beneran photo studio apa panti pijet.

Akhirnya kami disapa oleh wanita berambut ikal+pirang, cantik, usianya mungkin 35 tahun maksimal. Ternyata dia fotografernya…hihihi, pertanyaan pertama dari beliau adalah “Are you from Java?” ih…beneran ya muka emang nggak bisa bo’ong. Jawa banget muka saya. Terus dia jelasin kalau studio-nya emang baru aja buka jam segini, dan dia harus beberes beberapa display yang biasa ditaroh di depan studio-nya buat penanda ini beneran studio, biar orang nggak celingak-celinguk cari studio kayak kami berdua.

Setelah nunggu beliau beberes 10 menitan, beliau memandu kami ke lantai 2 tempat kecil itu. Dan ternyata lantai 2 nya luas lho. Koleksi baju-bajunya juga banyak, ada yang modern, ada yang tradisional. Beliau memandu saya untuk sizing baju dan sepatu, buat ukuran bule, saya pakai dress size M, dan sepatu size 38. Akhirnya saya milih baju a la Milkmaid (kostum logo susu kental manis Cap Nona) berwarna merah-putih-biru, karena baju ala Farmer yang biasa berwarna hitam kurang cocok buat saya. Setelah ganti baju, proses foto pun berlangsung. Beliau ngarahin gayanya enak banget, mungkin karena emang udah kerjaannya kali ya haha, santai, lucu, dan detail banget, nggak cuma gaya yang dikoreksi sama beliau, tapi juga lengan baju, rok, sepatu dll harus terlihat bagus di kamera. Kira-kira hasilnya seperti ini…

Image

Image,

Image

(Akhirnya kesampaian pake kostum ginian pagi hari, secara malamnya gak mungkin bisa ikut Halloweenan karena mesti packing buat balik kandang…)

Biaya foto 11.50 euro included: cetak foto 10 R, soft copy file photos all pose, dan sewa kostum. Murah sih! Daripada ke Volendam, gak pake ongkos transport pula, karena pas berangkat ke Dam Straat kedapetan tram yang out of order mesin validasi tiketnya…jadi nggak pake bayar. Hahaha. Sebenernya Saya dan Nindy ditawarin diskon kalo mau foto berdua, sama si fotografernya lho, secara kami ini penglaris, alias klien pertama yang datang hari itu. Tapi si Nindy-nya gak mau. Bersyukur ada klien selanjutnya, jadi sementara si fotografer sibuk memandu klien yang baru datang, si Nindy curi-curi foto dapet minjem kostum Milkmaid a la lollita yang pendek. Aww…sexy! :p

Image

Setelah cabut dari studio foto, saya dan Nindy jalan-jalan menyusuri Dam Square sambil ngabisin duit (dih…sok kaya!) maksudnya ngabisin budget yang tersisa yang memang dialokasikan buat oleh-oleh, ngasi makan burung dara, terus jalan-jalan ke Albertcuypstraat Market, beli keju Gouda daaaaaan…lagi-lagi saya beli boots! Pfff. Modelnya mirip “Ugg”, tapi harganya cuma 2,5 euro. Ini serius. Last stock in store.

Image

(My 2.50 euro “Ugg” boots & 10 euro knitted winter legging from Albertcuypstraat Market)

Tujuan terakhir ubek-ubek Amsterdam hari ini adalah Albert Heijn, beli snack segala macem yang nggak ada di Indo dengan sisa uang yang ada buat oleh-oleh. Sampe hostel hampir jam 7 malam, lanjut packing dan langsung tepar…dilanjut berangkat subuh ke Amsterdam Central dan bertolak ke Schiphol…huhuhu da daaagh Holland! I can’t wait to come back! 😦