[Resep] Mille Crepes with Choco Custard Cream

Mille Crepes, atau Thousand Layers cake.  Kalau dari namanya sih kedengeran kebarat-baratan ya, tapi cake yang satu ini sangat populer juga di Jepang, jadi cukup banyak juga yang mengira cake ini asalnya dari Jepang. Dessert yang satu ini asalnya dari Perancis, terdiri dari pancake tipis/crepes yang disusun berlapis selang-seling dengan filling-nya (banyak banget lapisannya, tapi nggak sampe seribu lapis juga sih. Rada lebay yang ngasih nama hahaha! :D). Untuk filling-nya sendiri bervariasi, ada yang berupa whipped cream/butter cream ada juga yang pakai custard cream mirip isian choux pastry/kue sus. Pertama kali lihat bentuknya kok kayaknya ribet ya bikinnya, tapi ternyata setelah dipraktekkan malah gampang banget.

Resep yang bakal saya share kali ini untuk crepes dengan ketebalan yang medium, jadi kalau mau bikin porsi lebih banyak atau bikin layer yang lebih tinggi (tapi jadi rada susah motongnya, makin banyak layer juga bikin makin lama dan agak cape nyusun-nya! :p) bisa dibikin double/triple ingredients measurement-nya ya. Monggo bebas aja, tinggi layer-nya suka-suka dan sesuai selera. Resep crepes-nya saya adaptasi dari channel Ochikeron, tapi untuk filling-nya 100% kreasi saya sendiri. 😉

Bahan Crepes:

2 butir – telur

100 gram – terigu

2 sdm – gula pasir

2 sdm – butter, lelehkan

250 ml – plain UHT milk

1/2 sdt – vanillie bubuk/essence

minyak untuk olesan

Bahan filling:

1 bungkus – tepung vla instant (saya pakai merk “MyVla”), larutkan dengan air panas sesuai instruksi di kemasan

250 ml – chocolate UHT milk

2 sdm – terigu

1 sdm – maizena

2 sdm – gula

fresh/dried berries & icing sugar

Cara membuat:

1. Crepes: Ayak terigu, tambahkan telur dan gula, kocok manual dengan balloon whisk. Tambahkan butter, lalu tuang susu cair sedikit demi sedikit, aduk rata. Terakhir tambahkan garam & vanilie bubuk, aduk rata kembali. Saring adonan lalu tutup dengan plastic wrap & istirahatkan di kulkas selama 30 menit.

2. Sembari menunggu adonan crepes “beristirahat”, kita buat filling-nya. Larutkan satu bungkus vla instan dengan air panas sesuai instruksi di kemasan, sisihkan. Tuang susu UHT coklat ke dalam panci (pastikan kompor menyala dengam api kecil)  panaskan selama 2-3 menit hingga mendidih. Tuang larutan vla ke dalam susu yang sudah dipanaskan aduk rata. Tambahkan gula, terigu, dan maizena, aduk rata kembali dengan cepat dan konstan dengan balloon whisk sampai adonan mengental dan meletup-letup. Matikan api.

3. Panaskan wajan anti lengket ukuran sedang. Olesi dengan sedikit minyak. Dadar adonan crepes tipis-tipis sampai seluruh adonan habis. Bolak-balik crepes, pastikan kedua sisinya matang. Kalau saya prefer ngebolak-balik crepes pakai tangan (udah macem atraksi debus aja, tapi nggak panas kok, bener!), soalnya kalau pake spatula rada susah, karena saking tipisnya crepes-nya rawan ngelipet setelah dibalik. 😀

4. Untuk penyusunan Mille crepes: siapakan satu lembar crepes, lapisi dengan custrad cream, ratakan (jangan terlalu tebal di bagian tengah, nanti jadinya menggunung), ulangi proses membuat lapisan crepes-custard-crepes-custard sampai seluruh crepes dan custard habis.

5. Simpan Mille crepes selama 4-6 jam di dalam lemari es sebelum dipotong dan disajikan, agar lapisan crepes – custard cream lebih solid.

6. Keluarkan Mille crepes dari lemari es, taburi dengan icing sugar dan fresh/dried berries (optional). Potong-potong, sajikan dingin. 🙂

resep mille crepes

Advertisements

Resep Klappertaart (No-baked)

I’m a big fan of dessert, terutama pudding & ice cream. Klappertaart adalah salah satu dessert favorite saya. Dessert yang satu ini merupakan Dutch-influenced recipe yang populer sebagai dessert khas Manado. Saat ini Klappertart sudah populer dan cukup mudah didapat di berbagai gerai roti & kue basah di kota-kota besar dengan berbagai macam jenis, baked (Klappertaart panggang) & no-baked/cold (Klappertaart dingin). Klappertaart panggang adalah yang kering dan ada tekstur reroti dan juga bisa dipotong-potong. Sedangkan Klappertart dingin adalah yang disajikan dingin *ya iyalah!*, teksturnya creamy seperty custard, makannya harus pakai sendok, dan dijual biasanya dalam cup-cup aluminium/plastik. Selain itu Klappertaart juga sudah banyak yang dimodifikasi dengan aneka topping seperti keju, chocolate chips, strawberry, dll.

Kebetulan favorit saya adalah yang no-baked Klappertaart, tapi karena harga Klappertart ini biasanya cenderung mahal, saya nggak bisa sering-sering beli jadinya, hihihi. Oleh karena itu beberapa saat yang lalu saya membulatkan tekat untuk bikin no-baked Klappertaart sendiri. Resepnya terinspirasi dari Hanna’s Klappertaart, mbak Hanna ini adalah puteri dari komedian legendaris Indonesia, alm. Kasino. Kebetulan beliau adalah salah satu produsen no-baked Klappertaart yang sudah terkenal dan banyak yang menggemari Klappertart buatan mbak Hanna ini. Resep yang saya bagi berikut sudah saya utak-atik sedikit, disesuaikan dengan selera dan budget. 😀

Bahan:

500 ml – susu cair

2 butir – telur

50 gram – butter, melted

100 gram – gula pasir

50 gram – terigu

1 sdm – maizena

1 sdt – vanillie bubuk

1/4 sdt – essense rhum (optional)

1 butir – daging kelapa muda, kerok dengan serutan blewah

50 gram – kismis

kayu manis bubuk – ayak, untuk taburan

Cara membuat:

1. Siapkan wadah/baskom. Kocok susu dengan telur dan gula sampai rata, tambahkan terigu dan maizena sedikit demi sedikit, aduk kembali sampai rata. Tambahkan butter, vanillie bubuk, essense rhum, aduk kembali. Terakhir tambahkan daging kelapa muda & kismis aduk rata.

2. Pindahkan seluruh adonan ke dalam panci, masak dengan api yang sangat kecil sambil terus diaduk secara konstan dan satu arah sampai mengental. Setelah adonan mendidih dan keluar letupan pertama dari adonan, langsung matikan kompor. Fungsinya agar adonan tidak pecah.

3. Siapkan  wadah cup aluminium/plastik, isi dengan adonan Klappertaart. Ayak kayu manis bubuk untuk topping, atau bisa ditambahkan topping lain seperti keju, chocolate hips, chocolate serut, cherry, strawberry etc.

4. Dinginkan 4-6 jam di dalam lemari es. Sajikan dingin! 😀

resep-no-baked-klappertart

(untuk 6 porsi. [100 ml cups])

[Resep] Oreo Goreng / Deep Fried Oreo / Oreo Fritter

Resep sinful-snack kali ini featuring biskuit favorite sejuta umat. Who doesn’t love Oreo?  🙂

*[untuk 24 keping biskuit Oreo]

*[level: easier than you think]

Bahan batter:

1 cup – all purpose flour

1 butir – telur

3 sdm – melted butter/margarine

200 ml – UHT milk

1/2 sdt – garam

1/4 sdt – baking powder

5 sdm – gula pasir.

2 packs – Oreo double stuff (for more creamy taste! :D)

minyak untuk menggoreng

icing sugar untuk taburan

Cara membuat:

1. Campurkan semua bahan batter, kocok dengan mixer sampai tercampur rata.

2. Panaskan minyak dengan api kecil, celupkan kepingan Oreo kedalam batter, goreng hingga keemasan, sisihkan.

3. Taburi dengan icing sugar, sajikan hangat! 😀

Super easy, right?

deep-fried-oreo

[Resep] Pudding Karamel

Dessert ini nggak jelas dari mana asalnya, karena kayaknya semua negara ada makanan ini hehehe…sebutannya Pudding Karamel/Caramel Flan/Creme Caramel/Crema De Zahar, etc. yang jelas rasanya enak dan bikinnya gampang. 😀

*[untuk 3-4 orang]

*[level: easy]

Bahan Karamel:

40 gram – gula

3 sdm – air

Bahan Pudding:

3 butir – telur

300 ml – plain UHT milk

60 gram – gula

1/2 sdt – vanilli bubuk

air secukupnya untuk proses au bain marie

Cara membuat:

1. Buat saus karame dengan cara; panaskan dengan api kecil gula dan 1 sdm air, masak sampai berwarna coklat dan beraroma karamel, tambahkan 2 sdm air.

2. Siapkan cangkir/cetakan. Tuang saus karamel di dasar cetakan dengan ketebalan 1/2 cm.

3. Kocok manual telur dan gula, tambahkan susu sedikit demi sedikit, tambahkan vanilie bubuk. Aduk rata.

4. Tuang adonan pudding kedalam cetakan yang sudah dituangi karamel. Tutup cetakan dengan aluminium foil/plastic wrap.

5. Siapkan panci, masukkan cetakan pudding, tambahkan air sampai setinggi setengah cangkir/cetakan. Tutup panci, biarkan proses au bain marie berlangsung selama 45 menit.

6. Keluarkan pudding dari dalam panci, diamkan dalam suhu ruangan sampai uap panas hilang, dinginkan dalam lemari es sebelum disajikan. Atau bisa disajikan selagi hangat.

Enjoy! 😉

resep-puding-karamel