Autumn in Den Haag – Menikmati Musim Gugur di Den Haag

madurodam-den haag

Hallo, ketemu lagi…kali ini sesuai janji saya, saya mau cerita tentang “urusan penting” yang membawa saya sampai ke negeri kincir angin, Belanda. Jadi, ceritanya tahun lalu saya dan teman-teman dari Airlangga University Choir ikut choir competition di Warsaw, Poland (ini nanti selengkapnya saya ceritain di post lainnya juga. fiuhh), tapi karena direct flight Indonesia – Polandia belom ada, makanya kami masuk ke Eropa lewat Belanda dilanjut perjalanan darat menuju Polandia. Tapi sebelum menuju Polandia kami menghadiri undangan KBRI Indonesia di Den Haag untuk tampil di depan tamu-tamu penting dan orang-orang Indonesia di sana. Jadilah selama beberapa hari saya habiskan waktu meng-eksplor Den Haag dan sekitarnya.

Kebetulan kami dapat penginapan di tepi pantai Scheveningen. Nama tempatnya Jorplace Beach Hostel. Konsep penginapannya sih anak muda, banget. Pas nginep di sini ada kejadian lucu, ceritanya mau tanya password WiFi sama mas-mas gondrong di resepsionis. Pas ditanya password WiFi nya apa, dia malah jawab: “I like you”. Sempet GR 2 detik, tapi buru-buru sadar bahwa itu lah password WiFi-nya. D’uh!

Sejak pertama kali menginjakan kaki di Scheveningen sudah nggak sabar pengen main di pantai. Pantainya sih bersih dari sampah…tapiiii…banyak tokai anjing bertebaran huehehe, jadi kudu pinter-pinter menghindari “ranjau” ini  ya kalau mau main-main di pantai. Berhubung sudah masuk musim gugur, angin darat di dekat laut amsyong sekali pemirsa, berhembusnya nggak kira-kira dan masuk angin-able. Jadilah kami main di pantai tapi pake coat. Nggak pa-pa yang penting tetep gaya.

scheveningen-01

(Bukan tukang pijet ya… -.-“)

scheveningen-02

(Jeeeejjjj!)

Scheveningen ini seafood-nya juaraaaa banget. Favorite-nya sih kibbeling, kibbeling ini fish ‘n chip gitu sih…dari fillet ikan Cod segar digoreng tepung. Tekstur ikan Cod ini mirip-mirip kakap, dagingnya putih, tebal, dan lembut. Kibbeling ini biasanya dicocol pakai saus garlic mayo, kalau mau nambah saus lain seperti curry, mustard…mesti nambah lagi 50 eurocents. Pff. BTW, Bukan junk food lho ini, but the taste beats McDonnald’s nugget/KFC anytime! Ikan Cod kan bergizi tinggi ya, minyaknya aja dijadiin vitamin untuk pertumbuhan. Hmm…pantesan orang Belanda tinggi-tinggi dan gede ya? ini mulu sih makanannya hahaha. Karena temen-temen saya yang lain udah beli Cod, saya prefer menu lain akhirnya, kebetulan saya belinya yang clam alias kerang goreng. Kerangnya gede-gede, crunchy banget luarnya, tapi soft & juicy dalamnya. Nggak amis, pertanda semua bahan yang digunakan segar. *iyalah, pinggir laut* Hampir semua fish ‘n chip booth di pinggir pantai jualannya ini, sama satu lagi Haring, ikan mentah yang dicocol pakai chopped onion. Yang cara makannya langsung dimasukin ke tenggorokan. Yucks. Saya nyoba tapi jadi mual, lagian tenggorokan saya nggak cukup. Ikannya gede. :((

Kibbeling

Enak banget, tapi satu porsinya 7 euro! Harganya ngajak ribut bener dah…padahal kalo makan di warung seafood kaki lima sini harga kerang nggak segitunya. *abis makan, terus nyesel, tapi enak, ah sial! dilemma! *

Di deket hostel dan pantai ada warung yang jual makanan Indonesia, semua makanan Indonesia lengkap ada gado-gado, soto, nasi goreng, nasi rames, nasi kuning, tahu, tempe, sayur ini itu, snack semacam pastel, lumpia pun ada…tapi seporsi nasi rames 15 euro. Dih…mending nggak makan. Hahahaha. Nama warungnya “Toko Moerah”, nggak singkron banget sama harga jualannya, mending ganti aja deh namanya jadi “Toko Moeahal”. :p

Image

(Kalo lewat depan sini bawaan nya suka kesel, pengen ngajak berantem owner-nya, pengen makan tapi mahal, hidup segan, mati tak mau! repot!)

Hari kedua di Den Haag, saya dan 4 orang teman saya pergi ke Madurodam…yeyyy! Itu lho wahana miniatur Belanda, jadi kalau kita foto-foto di situ jadinya mirip negeri liliput dan kita raksasanya. Ke Madurodam jalan kaki sekitar 30 menit…dan melewati kota kecil tempat kelahiran Rangga SM*SH, Voorburg…saya twit foto ke dia, dia seneng banget. Twit saya dibales mention pake love-love gitu sama dia…cieeeeee SM*SHBLAST abis ya?? :))

Image

Di perjalanan menuju Madurodam, kami juga melewati World War II Monument…di monumen tersebut terdapat peta Indonesia lho. Tapi yang nyebelin di situ tulisannya bukan kita merebut kemerdekaan negara kita ini, melainkan disebutkan Belanda “menghadiahkan” kemerdekaan kepada kita. Hellooooo?! ?!

Image

Di seberang monumen ini ada hamparan padang rumput yang baguuuuuuusssss banget, dan pepohonan rindang dengan nuansa musim gugur yang sangat kental…plus di tambah ada bangku kayu di bawah pohon dan danau di mana ada angsa-angsa berenang. Di tambah angin sepoi-sepoi but masuk angin-able khas musim gugur bikin rambut kita ditiup-tiup bak model video klip lah. Hahahaha. Ngaco.

Image

(Damai bener rasanya duduk-duduk cantik di sini, maunya sih males balik hotel, tapi takut masuk angin terus al overleden hehehe)

Sampai Madurodam, tiket masuknya 15 euro, wahananya sih sebenernya biasa aja, cuma rumah-rumahan kecil, tapi yang menarik adalah biar kecil tapi “printilan-printilan” yang berada di sekitar rumah/bangunan mungil tersebut bisa bergerak…seperti perahu-perahu yang menyusuri kanal kecil sampai pesawat-pesawat yang bergerak di miniatur bandara Schiphol. Belum puas foto-foto eh, hujan gedeeee…harusnya tadi ngelempar kutang dulu di genteng. Jadilah kami neduh di toko cinderamata, dan acara neduh berubah menjadi beli-beli ini itu. Tapi cuma dikit beli coklat dan pulpen buat oleh-oleh teman di Indo. Ini beberapa foto-foto yang diambil di Madurodam…cekidot!

Image

Image

(Ngapain hayo? ini lagi bikin koin souvenir…jadi koin 5 cent bisa diubah jadi koin ber “emboss” Madurodam)

Image

(Pintu masuk Madurodam…sebelum masuk mendungnya udah gelap banget! :(( )

Image

(Pengeeeeennn banget pakai ini, nyoba doang, nggak beli sih…tapi males copot-copot boots, alhasil nggak jadi nyobain…tapi minggu depannya di Amsterdam kesampaian pakai ini yeheyyy…ceritanya di postingan berikutnya ya! :D)

Sepulang dari Madurodam malamnya kami bertolak menuju Warsawa melalui perjalanan darat…tapi sebelum meninggalkan Scheveningen-Den Haag, sun sayang dulu buat Mr. Raindeer di depan kamar. Mwahhh! :*

Image

Daaagggh! 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s